Ngabret ke NTT – Atambua

ngabret atambua

MICO DESRIANTO

Menteri Pariwisata Arief Yahya saat meresmikan destinasi digital baru, di Pantai Pasir Putih Atambua, di Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (5/10/2018).(KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE) KOMPAS.com – Nusa Tenggara Timur ( NTT) memiliki kekayaan alam yang dapat memanjakan mata. Jika dalam waktu dekat berkunjung ke sana, jangan lupa untuk mampir ke Atambua yang berada di Kabupaten Bellu. Pasalnya, Atambua memiliki destinasi alam dengan pilihan yang beragam. Mulai dari pesisir pantai, hamparan sabana yang indah hingga suasana pegunungan nan asri mampu membuat siapapun terpesona. Teruntuk wisata bahari, di Atambua terdapat pantai pasir putih Atapupu. Pantai yang berada di Kenebi ini memiliki pasir putih yang lembut serta dipercantik dengan deretan hutan manggove. Akan semakin indah jika bersamaan dengan momen sunset tiba. Selain itu, Atambua juga turut menyimpan pantai yang tak kalah indahnya dengan pantai Atatupu. Sebut saja pantai Berluli, pantai Mota’ain dan Teluk Gurita atau biasa dikenal Kuit Namon. Khusus Teluk Gurita, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Rizki Handayani menjelaskan jika destinasi ini memiliki nilai sejarah yang tinggi. “Bicara Teluk Gurita, teluk ini dahulu menjadi pelabuhan. Pedagang dari Eropa dan Asia banyak berlabuh di sini. Mereka mencari cendana dan lilin, ucap Rizki sesuai dengan keterangan resmi yang Kompas.com terima, Sabtu (2/3/2019). Wisata sejarah di NTT lainnya ada di Desa Dirun. Di sini terdapat Benteng Ranu Hitu yang dikenal sebagai Benteng Lapis Tujuh Makes. Benteng ini memiliki susunan bangku batu yang konon menjadi singgasana Raja Suku Uma Metan pada abad 18. Adapun batu memanjang di belakang singgasana diyakini makam Raja Pertama Kerajaan Dirun. Desa Dirun masih menyediakan destinasi lainnya yang patut dikunjungi. Salah satunya bentangan Lembah Fulan Fehan yang rumputnya terhampar hijau. Di sini ada kawanan kuda yang bebas berkeliaran. “Selain eksotis, lembah ini menjadi venue Festival Fulan Fehan. Festival ini menyajikan Tari Likurai secara massal,” Lanjut Rizky. Destinasi di sekitar Atambua semakin lengkap dengan adanya spot Kolam Susuk di Raiulun yang konon menjadi inspirasi lagu Koes Plus berjudul ‘Kolam Susu’. Nah menyinggung musik, uniknya, pada 8-9 maret nanti akan digelar Konser Musik Perbatasan Atambua (KMPA) 2019 yang berlokasi di Lapangan Simpang Lima. Konser tersebut akan menampilkan d’Masiv sebagai performa utama dan dipadukan dengan alunan musik penyanyi Timor Leste Gerson Oliveira. Dengan hadirnya KMPA 2019 ini, lanjut Rizky, akan semakin membuat kunjungan ke NTT semakin semarak dan sulit untuk dilupakan. “KMPA 2019 adalah event yang luar biasa. Cocok untuk mengisi waktu berlibur. Ada beragam atraksi yang ditawarkan di sini,”tutup Rizky.

sumber : https://travel.kompas.com/read/2019/03/02/142109627/berlibur-ke-ntt-jangan-lupa-ke-atambua. Penulis : Mico Desrianto Editor : Mikhael Gewati

Courtesy of ngabret.com :

Ngabret.com merupakan Portal Berita UMKM Terkini Terbaru yang memuat Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, bisnis, hukum, berita unik,UMKM, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional.Ngabret.com berupaya membantu para pelaku usaha untuk tetap mendapatkan informasi yang terbaru mengenai perkembangan usaha di era saat ini. UMKM harus dapat memanfaatkan perubahan landscape perekonomian ini. Apalagi saat ini bermunculan startup yang membantu usaha kecil dan ini merupakan peluang bagi UMKM untuk memperluas akses pasar. Jika UMKM go digital, ada banyak kerumitan yang bisa dipangkas, termasuk soal distribusi, manajemen stok, sampai sumber daya karyawan. Pada akhirnya UMKM bisa lebih fokus untuk memikirkan bagaimana cara berinovasi demi menumbuhkan usahanya lebih cepat. Kendala utama UMKM saat ini adalah akses ke lembaga keuangan dan pasar yang makin sulit. UMKM kalah bersaing dengan produk impor barang dari luar negeri yang lebih murah, sehingga pentingnya langkah nyata keberpihakan pemerintah terhadap UMKM. Begitu bicara pertumbuhan bisnis, maka yang kita bicarakan itu postur organisasi dalam bentuk angka. Sejak mulai membangun bisnis dan ingin bertumbuh, pebisnis sudah harus aware angka-angka yang seharusnya tersaji dalam bentuk laporan keuangan, apalagi di era digital saat ini, harusnya makin mudah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *