Hasil Visum: Tak Ada Penganiayaan di Organ Vital Audrey

penganiaan audrey

CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 16:54 WIB

Jakarta, CNN Indonesia — Polisi menegaskan tidak ada penganiayaan di area sensitif Audrey (14), siswi SMP yang diduga dianiaya oleh belasan siswi SMA di Pontianak.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes)Polda Kalbar, Kombes (Pol) dr Sucipto mengatakan, dari hasil pemeriksaan dokter, hasilnya tidak seperti yang diberikan di media sosial yang menyatakan ada penganiayaan di area sensitifnya.

“Intinya masih utuh, tidak ada robekan atau luka, dan tidak ada trauma fisik pada area sensitif tersebut,” kata Sucipto, seperti dikutip Antara, Rabu (10/4).

Sementara itu, ibunda Audrey mengatakan hingga saat ini anaknya masih trauma.

“Psikisnya masih terganggu dan dalam pemulihan,” katanya.

Keluarga, kata dia, sangat menyesalkan kasus penganiayaan yang menimpa putrinya itu, sehingga pihaknya menyerahkan proses selanjutnya kepada pihak kepolisian.

Audrey mengaku dianiaya oleh siswi SMA di Pontianak pada 29 Maret 2019. Namun, peristiwa itu baru diadukan ke Polsek Pontianak Selatan pada 5 April 2019 dan kemudian dilimpahkan ke Polresta Pontianak. 

Kapolda Kalbar, Irjen (Pol) Didi Haryono mengatakan polisi telah memeriksa ketiga siswa SMA terduga pelaku penganiayaan Audrey.

“Bagi terduga pelaku, mulai hari ini dilakukan pemeriksaan dan pendalaman oleh pihak kepolisian,” kata Didi Haryono usai menjenguk Audrey.

Polisi akan terus menindaklanjuti kasus dugaan penganiayaan itu.

“Pelaku dan korban adalah anak-anak, maka penegakan hukumnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sehingga akan dilakukan penegakan hukum dan bimbingan psikologisnya,” kata Didi.

Kata Didi, para terduga pelaku tetap diproses hukum, tetapi kata dia, jangan sampai penegakan hukum itu membawa dampak psikologis mereka.

“Tetap diproses karena sudah masuk tindak pidana, dan setiap prosesnya akan didampingi oleh Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar,” katanya 

“Hari ini kami sudah menjenguk langsung korban penganiayaan, dan secara fisik sudah bagus, bisa bicara, namun secara fisikis agak depresi mungkin masih teringat terus apa yang baru pertama kali dialaminya itu,” katanya.

sumber :
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190410164418-20-385023/hasil-visum-tak-ada-penganiayaan-di-organ-vital-audrey

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *