Sen. Nov 18th, 2019

Mengapa Masih Saja Ada Orang yang Bekerja di Tempat yang Dia Tidak Suka ?

2 min read
kerjahappy
Bagikan ke Orang Lain

Mungkin kita akan berpikir ini adalah hal biasa yang terjadi dilingkungan pekerjaan dari jaman dahulu kala sampai dengan hari ini, kita analogikan dengan hal sederhana. Kenapa sih Squidward mau aja kerja di Krusty Krab, padahal dia itu sama sekali tidak suka dengan pekerjaan sebagai Kasir disana ? sejenak Gw berpikir ini sih gampang banget buat dijawab. Bisa jadi itu karena kejeniusan dari Stephen Hilenburg dalam perlakuan menyindir jutaan orang yang kurang Bahagia dengan apa yang dia lakukan di pekerjaannya.

Kebanyakan orang tersebut hanya bisa mengeluh dengan kondisi yang tidak sesuai, marah, kecewa dan tidak menikmati setiap pekerjaan yang diberikan terhadapnya meskipun sudah cukup “bergelimangan” harta ( Squiward kan kasir  :red ) . Sementara dilain scenario spongebob mantap bekerja dengan hati Bahagia meski hanya mendapat tugas mulia untuk memanggang daging spatula favoritnya.

Lalu timbul pertanyaan besar, Kenapa orang banyak yang bekerja dengan sesuatu yang mereka tidak suka, dan mengapa juga mereka tidak merubah hal yang mereka tidak suka tersebut ?

Para ilmuwan bisnis , Peneliti perilaku dan Penggerak organisasi mencoba untuk terus menerus berusaha menjawab fenomena ini. Sesuatu yang memang ada dimasyarakat , tapi gak mau diakuin sama banyaknya kelas pekerja, bahkan kalangan eksekutifnya sekalipun.

Salah satu ahli prilaku, Dalam tesisnya menjelaskan pekerja penyebab pekerja kurang enjoy dengan pekerjaannya adalah karena mereka kecanduan dengan pujian. Praise Addiction adalah salah satu istilah yang diambil dalam tesis tersebut.

Orang ataupun prilaku dengan Praise Addiction merupakan seseorang yang kecanduan hal-hal yang memotivasi dari sisi ekstrinsik atau di luar dari diri sendiri, kemudian kepada insentif dan penghargaan.

Nah., problem nya adalah motivsi ekstrinsik ini telah dipelajari dan dilatih, bahkan dibangun sejak masa Pendidikan dan sekolah dini, Ingat kan gimana waktu dulu jadi siswa dan harus berlomba buat dapetin sesuatu atau sekedar penghargaan. Bahkan di era saat ini kita butuh juga atau mungkin bahasa umumnya bergantung pada hal seperti Likes,Comment,Subscribe,retweet dan lain sebagainya sebagai alat tolak ukur kesuksesan seseorang.

Sekali lagi, kaitan dengan Squidward adalah,dia ini menurut hemat Gw hanya ingin dapet sedikit apresiasi dari hobinya sebagai pemain clarinet atau senimans. Hanya saja dia tidak terlalu serius mengejar mimpi-mimpinya. Ya terkadang dia beberapa kali berusaha memenangkan lomba clarinet dan sejenisnya. Diakhir nya, sehingga berakhir harus kerja untuk Mr.Krabs, bos yang memang menyebalkan banget bro.

Ada berapa banyak kah dari kita semua yang sama nasibnya dengan kasus kaya Squidward ?

Kalau kita jadi Squidward apa baiknya yang harus kita lakukan ?

Harus berani dan mampu menemukan motivasi dari dalam diri sebagaimana ia selalu berusaha untuk mengejar impiannya sebagai seniman dan mulai berdamai dengan pekerjaannya atau bisa saja dia keluar dari pekerjaaannya dan mulai mengejar sejuta impiannya yang bernilai tersebut. PIlihan ini memang terasa mudah namun bukan hal mudah bagi Squidward, jutaan orang lain juga bertahan dengan pekerjaan yang kurang disenanginya karena alasan-alasan yang kurang tepat.