Pasar Raya Boga Jogjakarta #4

ngabret PRBJ

Terlihat suasana sangat ramai terjadi di Pasar Raya Boga Jogjakarta.

Sumber : TEMPO.CO, Yogyakarta – Parade kuliner tahunan Yogyakarta, Pasar Raya Boga Yogyakarta akan berlangsung mulai Kamis sampai Minggu, 25 – 28 April 2019 di Lapangan Parkir Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Acara ini menghadirkan beragam kuliner yang tersebar dari lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta, baik kuliner legendaris maupun kekinian.

Tercatat 65 stan makanan turut serta dan dibagi menjadi beberapa zona. Ada zona kuliner legendaris, kuliner milenial, kuliner populer, kuliner boga Nusantara, kuliner boga segar, sampai zona jajanan tradisional.

Ketua Pelaksana Pasar Raya Boga Yogyakarta, Yoyok Heri Wahyono optimistis omzet yang bakal dicapai para peserta acara kuliner kali keempat ini bakal lebih meningkat dibanding tahun sebelumnya. Berkaca pada tahun lalu, rata-rata setiap tenan memiliki omzet lebih dari Rp 10 juta per hari.

“Bahkan ada yang omzetnya mencapai Rp 16 juta, khususnya dari kategori kuliner milenial,” ujar Yoyok, Minggu 21 April 2019. Pendapatan hingga belasan juta rupiah itu tercapai ketika peserta yang ikut tak hanya melakukan penjualan secara offline atau di lokasi acara berlangsung, namun juga tetap melayani penjualan secara online.

Dari total 65 stan kuliner yang dihadirkan, menurut Yoyok, setidaknya ada tujuh stan kuliner milenial yang ikut serta. Mereka adalah Bau Duren, Churrocruzz, D Ayam Crispy, Caliph Crepes, Mamatosalad, Bakso Chuanki Akang Bandung, dan SaladNyo.

Wisata kuliner Pasar Raya Boga Yogyakarta sekaligus menjadi momentum untuk menyambut Ramadan yang akan tiba di awal Mei 2019. Dengan mencicipi berbagai sajian kuliner di Pasar Raya Boga Yogyakarta, masyarakat punya referensi ke mana mencari makanan yang lezat untuk sahur dan buka puasa.

Mengusung tema ‘Cita Rasa Boga Ciptakan Hangat Suasana’ area lokasi parade kuliner Pasar Raya Boga Yogyakarta diperluas dengan area meja kursi serta lesehan. “Acara kali ini dirancang lebih besar dan lebih berkesan,” ujar Yoyok yang juga Direktur Waroeng Spesial Sambal ‘SS’.

Tak hanya jadi ajang wisata kuliner, di Pasar Raya Boga Yogyakarta terdapat Lomba Memasak, Lomba Drumband tingkat SD dan SMP yang memperebutkan piala Direktur Waroeng SS Indonesia dengan total hadiah Rp 20 juta. Ada juga kontes ukir buah, talkshow, stand up comedy, dagelan Mataram, akustik band, demo masak, dan pesta kembang api.

Courtesy of ngabret.com :

Ngabret.com merupakan Portal Berita UMKM Terkini Terbaru yang memuat Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, bisnis, hukum, berita unik,UMKM, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional.Ngabret.com berupaya membantu para pelaku usaha untuk tetap mendapatkan informasi yang terbaru mengenai perkembangan usaha di era saat ini. UMKM harus dapat memanfaatkan perubahan landscape perekonomian ini. Apalagi saat ini bermunculan startup yang membantu usaha kecil dan ini merupakan peluang bagi UMKM untuk memperluas akses pasar. Jika UMKM go digital, ada banyak kerumitan yang bisa dipangkas, termasuk soal distribusi, manajemen stok, sampai sumber daya karyawan. Pada akhirnya UMKM bisa lebih fokus untuk memikirkan bagaimana cara berinovasi demi menumbuhkan usahanya lebih cepat. Kendala utama UMKM saat ini adalah akses ke lembaga keuangan dan pasar yang makin sulit. UMKM kalah bersaing dengan produk impor barang dari luar negeri yang lebih murah, sehingga pentingnya langkah nyata keberpihakan pemerintah terhadap UMKM. Begitu bicara pertumbuhan bisnis, maka yang kita bicarakan itu postur organisasi dalam bentuk angka. Sejak mulai membangun bisnis dan ingin bertumbuh, pebisnis sudah harus aware angka-angka yang seharusnya tersaji dalam bentuk laporan keuangan, apalagi di era digital saat ini, harusnya makin mudah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *