Sel. Des 10th, 2019

KENALKAN PRODUK KE SELURUH INDONESIA MELALUI PENJUALAN ONLINE

3 min read
beswan ngabret

beswan ngabret

Bagikan ke Orang Lain

Limbah selalu menjadi persoalan pelik yang sulit terselesaikan. Salah satu cara penanggulangan limbah ialah dengan mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis. Seperti yang dilakukan oleh Komunitas Bank Sampah Cempaka Dua (CEKA) Desa Ciwaruga, Bandung Barat.

MENYULAP SAMPAH MENJADI PENGHASILAN

Tim Community Empowerment Beswan Djarum 2017/2018 Bandung menjalankan program pemberdayaan pada komunitas CEKA yang menyulap limbah menjadi aneka kerajinan cantik. Mulai dari kotak tisu, celengan, pajangan berbentuk piring, dan masih banyak lagi.

Limbah yang komunitas CEKA olah merupakan sampah yang telah dipilah oleh para warga Desa Ciwaruga. Sampah yang diserahkan oleh warga diganti menjadi sebuah tabungan seperti di bank.

beswan djarum

KEBERLANJUTAN DAN INOVASI

Program pembinaan ini merupakan lanjutan dari program Community Empowerment Beswan Djarum dua tahun sebelumnya. Salah satu inovasi yang dibawa oleh Beswan Djarum 2017/2018 ialah pemberian label pada produk serta memperkaya ragam olahan.

“Produk sebelumnya berbahan dasar limbah kertas. Selanjutnya kami akan berkreasi dengan limbah plastik,” jelas Ugi Triyana, Beswan Djarum 2017/2018 asal Politeknik Negeri Bandung.

PEMASARAN MASIH LINGKUP KECIL

Selain dari sisi produk, Ugi melanjutkan, pemasaran produk komunitas CEKA masih belum maksimal. Selama ini produk dijual baru sebatas ketika ada pameran saja. Padahal produk kerajinan ini memiliki potensi pasar yang luas. “Kita juga membuat label untuk produknya, CEKA CRAFT,” sambung Ugi.

Tim yang diketuai oleh Ugi ini beranggotakan dari berbagai kampus yaitu Octaviani Wulandari, Hardiyanti, dan Astri Amalia (Politeknik Negeri Bandung), Destian, Sakinah Salma Zahirah, dan Zuliande Zidan (Universitas Pendidikan Indonesia), Annissa Siti Fatimah (Universitas Islam Bandung), serta Yuni Kulsum dan Fina Ferdiyanah (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati).

BEKERJA SAMA DENGAN BLIBLI.COM

Pasar online merupakan pangsa yang penting untuk dikuasai. Tim Community Empowerment Beswan Djarum 2017/2018 Bandung pun mendatangkan Wili Yatno, SME Promotion blibli.com untuk berbagi ilmu mengenai pasar online.

Tak hanya diikuti oleh komunitas CEKA, Kataji juga hadir dalam pelatihan yang dilangsungkan pada 25 Juli 2018 di gelanggang olah raga Ciwaruga. Kataji juga merupakan program Community Empwerment Beswan Djarum 2017/2018 di Cibuntu, Bandung. Sesi penutup pelatihan diisi dengan mempraktikkan membuat studio mini untuk hasil potret produk yang menarik.

beswan djarum

Eneng Supriatin, ketua komunitas CEKA, mencoba memotret produk kerajinan di dalam studio mini yang berbahan dasar kardus tersebut. “Hasilnya memang beda. Seperti foto-foto produk berkelas ya,” komentarnya. “Pelatihan-pelatihan bersama para Beswan Djarum memotivasi kami untuk terus meningkatkan produksi dan penjualan,” lanjut wanita yang akrab disapa Umi ini.

“Melalui penjualan online, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bisa menembus pasar hingga ke seluruh Indonesia. Apa yang dilakukan oleh Beswan Djarum sejalan dengan blibli.com yaitu untuk kesejahteraan teman-teman dari UMKM,” tutur Wili Yatno yang ditemui pasca pelatihan.

Courtesy of ngabret.com :

Ngabret.com merupakan Portal Berita UMKM Terkini Terbaru yang memuat Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, bisnis, hukum, berita unik,UMKM, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional.

Ngabret.com berupaya membantu para pelaku usaha untuk tetap mendapatkan informasi yang terbaru mengenai perkembangan usaha di era saat ini. UMKM harus dapat memanfaatkan perubahan landscape perekonomian ini. Apalagi saat ini bermunculan startup yang membantu usaha kecil dan ini merupakan peluang bagi UMKM untuk memperluas akses pasar. Jika UMKM go digital, ada banyak kerumitan yang bisa dipangkas, termasuk soal distribusi, manajemen stok, sampai sumber daya karyawan. Pada akhirnya UMKM bisa lebih fokus untuk memikirkan bagaimana cara berinovasi demi menumbuhkan usahanya lebih cepat. Kendala utama UMKM saat ini adalah akses ke lembaga keuangan dan pasar yang makin sulit. UMKM kalah bersaing dengan produk impor barang dari luar negeri yang lebih murah, sehingga pentingnya langkah nyata keberpihakan pemerintah terhadap UMKM. Begitu bicara pertumbuhan bisnis, maka yang kita bicarakan itu postur organisasi dalam bentuk angka. Sejak mulai membangun bisnis dan ingin bertumbuh, pebisnis sudah harus aware angka-angka yang seharusnya tersaji dalam bentuk laporan keuangan, apalagi di era digital saat ini, harusnya makin mudah .